Menu

MENGENAL CIRI PERILAKU ADIKSI GAME ONLINE PADA INDIVIDU REMAJA DI INDONESIA

Era teknologi informasi menciptakan berbagai bentuk inovasi kreatif yang mendorong manusia untuk beradaptasi dan semakin dekat dengan perkembangan teknologi yang pesat, salah satu teknologi saat ini yang sedang menjadi fenomena publik adalah game online. Game online adalah suatu permainan pada perangkat tertentu (komputer/gadget) yang menggunakan jaringan internet sehingga pemain dapat saling terhubung dalam satu jaringan tersebut. Menurut Andrew Rollings dan Ernest Adams, permainan daring (game online) lebih tepat disebut sebagai sebuah teknologi, dibandingkan sebagai sebuah genre permainan; sebuah mekanisme untuk menghubungkan pemain bersama, dibandingkan pola tertentu dalam sebuah permainan (Rolling & Adams, 2006: 770).

 Dengan terhubungnya individu manusia terhadap game online tersebut, menciptakan pemain untuk melakukan sosialisasi berbasis virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Oleh karena itu, perilaku adiksi akan muncul karena dekatnya teknologi tersebut pada kehidupan sehari-hari. Adiksi merupakan suatu kondisi ketergantungan fisik dan mental terhadap hal-hal tertentu yang menimbulkan perubahan perilaku bagi orang yang mengalaminya. Roger & McMillins (1991) mengatakan bahwa adiksi dapat digolongkan sebagai suatu “penyakit” dengan ciri kondisi fisik dan psikologis penderita semakin lama akan mengarah pada keadaan yang memburuk serta bila tidak ditolong dapat mengakibatkan kematian atau mengalami komplikasi medis, psikologis, serta sosial yang serius.

Dalam kaitan Game Online khususnya remaja di Indonesia, ada suatu kasus korban meninggal dikarenakan Game Online. Naufal Hanifa Fadlurrahman seorang remaja berusia 18 tahun asal Kabupaten Mojokerto tewas saat asyik bermain game online pada jumat malam hari pada pukul 18.30 WIB di warung internet dekat rumahnya. Proses kematiannya terjadi ketika korban bermain selama dua jam dan ada saksi melihat bahwa korban kejang-kejang dan tewas seketika di depan layar komputer tempat ia bermain. Setelah diperiksa oleh kepolisian setempat, penyebab kematiannya adalah kelelahan fisik yang dialami oleh korban tersebut.

Perilaku adiksi dapat merugikan penderitanya jika sudah mempengaruhi kondisi psikis maupun fisiknya, dalam kajian kasus Naufal tersebut, terlihat ciri bahwa korban secara psikis sudah terganggu dengan memaksakan kehendaknya untuk bermain game online meskipun kondisi fisiknya terganggu, perilaku adiksi mengganggu kognisi korban untuk tidak mengutamakan kesehatannya dan memperburuk kondisi fisiknya secara langsung.

Kasus kedua adalah seorang remaja berinisial NT usia 15 tahun yang ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di kawasan Serpong Utara, Tangerang Selatan. Berdasarkan informasi warga sekitar, NT sangat kecanduan dalam bermain Game Online. Namun, internet di rumahnya tidak berfungsi sehingga korban kesal dan bunuh diri. Karena ketergantungan psikis, perilaku NT berubah dan mengabaikan efek negatif yang ada pada dirinya karena keinginannya tidak terpenuhi menimbulkan stressor psikis dan menyebabkan depresi akibat adiksi tersebut, sehingga muncul rasa ingin bunuh diri akibat dampak dari depresi yang dialami NT.

Adiksi khususnya pada Game Online melibatkan faktor psikis serta sosial pada korban. Gejala-gejala adiksi pada game online akan terlihat ketika masuk dalam tahap kronis, dalam artian individu mulai bermain Game Online dengan waktu yang tidak wajar, lalu masuk ke dalam tahap progresif dimana perilaku bermain tersebut mengabaikan untuk menjaga kondisi fisiknya. Gejala utamanya adalah keinginan kuat untuk bermain Game Online tersebut, lalu hilangnya kendali pada diri sendiri untuk menahan keinginan bermain Game Online, tetap bermain meskipun sudah mengerti dampak negatifnya bagi kesehatan, serta akan menyangkal dengan adanya indikasi perilaku Adiksi tersebut kepada orang lain.

Dengan mengetahui ciri-ciri perilaku adiksi Game Online tersebut, penulis mengharapkan bahwa kita sebagai makhluk sosial dapat mengenali indikasi perilaku adiktif dan dapat membantu orang terdekat kita agar melakukan pencegahan perilaku adiktif tersebut sebelum kondisi korban lebih parah,

By: FAHMI IRSYAD

Kategori artikel: Kabar Tulisen
Kutipan
In porta enim non dolor posuere ut rhoncus leo tincidunt. Cras eget hendrerit est. Aliquam laoreet sodales egestas. Proin neque mauris, semper non sagittis eu, faucibus hendrerit est.
Menu style
Color style